Skip to content
Our Inspirations
Our Inspirations
  • Home
  • Artikel
  • Nasehat Agama
  • Khutbah
  • Doa & Dzikir
  • Serba-serbi
Our Inspirations
Our Inspirations

Ketika Puasa Mengajarkan Kita Kesederhanaan

Abid Rohmanu, February 28, 2025February 28, 2025

اَلْحَمْدُ ِللهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Jamaah Jumat rahimakumullah, kita telah berada di ambang bulan suci Ramadan 1446 H, bulan penuh berkah yang selalu kita nantikan. Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk menata kehidupan, baik secara spiritual maupun sosial. Salah satu hikmah terbesar dari puasa adalah melatih diri untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan. Kesederhanaan dalam Islam bukan berarti kekurangan, tetapi cara untuk menjaga keseimbangan, menghindari sifat boros, dan meningkatkan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, sering kali kita melihat realitas yang berlawanan dengan hakikat puasa. Di bulan Ramadan, konsumsi masyarakat justru meningkat, pasar menjadi lebih ramai, dan belanja bahan makanan melonjak tajam. Hal ini bertentangan dengan filosofi kesederhanaan yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
ما ملأ آدمي وعاءً شرًّا من بطنٍ، بحسبِ ابنِ آدمَ أُكُلاتٌ يُقِمْنَ صُلبَهُ، فإن كان لا محالةَ فثلثٌ لطعامِهِ وثلثٌ لشرابِهِ وثلثٌ لنَفَسِهِ

“Tidaklah manusia memenuhi suatu wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang sekadar menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi, no. 2380)

Maka, puasa seharusnya menjadi latihan untuk mengendalikan nafsu konsumtif, bukan justru ajang pesta makanan saat berbuka.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, Kesederhanaan yang diajarkan oleh puasa juga berdampak pada meningkatnya produktivitas. Orang yang mampu menahan diri dari berlebih-lebihan dalam makan dan belanja akan memiliki lebih banyak waktu, tenaga, dan fokus untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap aktif bekerja dan berdakwah. Ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi SAW:

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk mudarasah Al-Qur’an. Dan Rasulullah lebih dermawan dalam kebaikan dibandingkan angin yang berhembus. (HR. Bukhari, no. 1902)

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya waktu untuk beribadah secara pribadi, tetapi juga momen untuk berbuat baik dan melayani umat. Dari dalil-dalil di atas, jelas bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak menjadikan Ramadan sebagai alasan untuk bermalas-malasan, tetapi justru meningkatkan produktivitas dalam berbagai aspek: berdakwah, bekerja, mengajarkan ilmu, dan berbuat baik kepada sesama. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap aktif dan produktif selama Ramadan.

Selain manfaat bagi diri sendiri, filosofi kesederhanaan dalam puasa juga berdampak besar bagi masyarakat. Dengan hidup sederhana, kita lebih mampu berbagi dengan sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Ramadan adalah momen terbaik untuk bersedekah, berbagi makanan, dan membantu fakir miskin. Allah berjanji melipatgandakan pahala orang-orang yang peduli kepada sesama. Maka, mari jadikan Ramadan sebagai bulan kepedulian, bukan bulan konsumtif yang hanya menguntungkan segelintir orang.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, no. 807)

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا، إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dan terima kasih dari kamu.” (QS. Al-Insan: 8-9)

Jamaah yang dirahmati Allah, mari kita jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum untuk menata ulang pola hidup kita. Mari latih diri untuk lebih sederhana dalam konsumsi, lebih produktif dalam bekerja, dan lebih peduli terhadap sesama. Kesederhanaan bukanlah kelemahan, tetapi justru sumber keberkahan. Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan menjadikan Ramadan ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

  • Facebook
  • Share on X
  • LinkedIn
  • WhatsApp
  • Email
  • Copy Link
Post Views: 105
Bagikan ke:
Khutbah 1446 Hpuasaramadan

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Campurejo Sambit Ponorogo Jawa Timur Indonesia


Recent Post

  • Idul Fitri: Pulang kepada Fitrah, Pulang kepada Kemanusiaan
  • Khutbah Jum’at: Kepemimpinan Keluarga ala Nabi Ibrahim
  • Sakit: Jalan Sunyi Menuju Kesadaran
  • Menjaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun
  • Puasa Usai, Ujian Sebenarnya Dimulai!

Most Viewed Posts

  • Mengenal Sosok Bagus Harun: Santri Kyai Ageng Muhamad Besari (535)
  • Riwayat Singkat Kyai Ageng Muhamad Besari (Tahun 1700 M) (377)
  • Meneladani Akhlak Nabi: Cahaya dalam Tantangan Zaman (363)
  • Keadilan al-Qur’an Landasan Etika Kehidupan (327)
  • Meraih Kemuliaan Akhlak: Amanah dalam Hati dan Tindakan (307)

February 2025
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728 
« Nov   Mar »

Follow us

Literasi

Baca-tulis memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah saw. sendiri menyampaikan betapa pentingnya pengetahuan dan literasi dengan mengajarkan bahwa "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap anak Adam."

Nasehat Agama

Agama adalah nasehat yang memandu kehidupan individuagar bertindak sesuai dengan ajaran Tuhan. Nasehat agama mengarah pada kebaikan, harmoni, dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Doa & Dzikir

Doa dan dzikir merupakan praktik spiritual yang memungkinkan umat Islam berkomunikasi secara langsung dengan Allah SWT. Melalui doa, mereka memohon petunjuk, perlindungan, dan rahmat dari-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dzikir juga memperkuat ikatan spiritual dengan Allah, mengingatkan akan kebesaran-Nya, serta memberikan ketenangan dan kekuatan dalam dalam mengarungi hidup dan kehidupan.
©2026 Our Inspirations | WordPress Theme by SuperbThemes