Khutbah Jum’at: Kepemimpinan Keluarga ala Nabi Ibrahim Abid Rohmanu, June 13, 2025June 13, 2025 Khutbah Pertamaاَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ اَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُMa’asyiral muslimin rahimakumullah,Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian agar selalu bertakwa kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa, sebagaimana firman Allah ﷻ:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,Di bulan Dzulhijjah yang penuh keberkahan ini, Allah ﷻ menghadirkan pelajaran agung dari sosok Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, seorang ayah yang berhasil menanamkan nilai ketaatan, tauhid, dan pengorbanan dalam keluarganya.Allah ﷻ berfirman:قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ“Sungguh telah ada pada (diri) Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Mumtahanah: 4)Ma’asyiral muslimin rahimakumullah … Ada tiga Pilar Kepemimpinan Nabi Ibrahim dalam Keluarga1. Fondasi Tauhid yang KuatFondasi tauhid adalah pilar utama dalam pendidikan ala Nabi Ibrahim AS. Sejak awal, Nabi Ibrahim menanamkan kesadaran bahwa hanya Allah SWT yang patut disembah dan diandalkan, sebagaimana tercermin dalam doanya:رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء“Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat” (QS. Ibrahim: 40).Pendidikan berbasis tauhid ini membentuk karakter yang kokoh, mandiri, dan teguh dalam prinsip, sekaligus menjadi landasan moral bagi setiap keputusan dan tindakan. Dengan menanamkan tauhid, Nabi Ibrahim membangun generasi yang tidak mudah tergoyahkan oleh arus zaman, karena keyakinan mereka berakar pada hubungan yang kuat dengan Allah SWT.2. Keteladanan (Uswah Hasanah)Beliau menjadi figur yang dicontoh anaknya. Tidak cukup hanya dengan perintah, tapi juga dengan tindakan nyata. Uswah hasanah dalam diri Nabi Ibrahim tercermin dari konsistensi iman, keberanian menegakkan kebenaran meskipun menghadapi risiko besar, serta kelembutan hati dalam membimbing keluarganya menuju tauhid.Nabi Muhammad ﷺ bersabda:“كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ”“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)3. Dialog dan Pendidikan HatiNabi Ibrahim tidak memaksakan kehendak, tapi mengajak berdialog dengan penuh kelembutan:يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ“Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” (QS. As-Saffat: 102)Jawaban Ismail adalah buah dari pendidikan yang hidup:يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102)Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:“Didikan terbaik bagi anak adalah keteladanan orang tuanya. Jika orang tua mengabaikan amal shaleh, maka kata-kata mereka tidak akan mengakar dalam hati anak-anaknya.”Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,Kita belajar dari Nabi Ibrahim, bahwa kepemimpinan dalam keluarga bukan hanya soal memberi nafkah, tetapi tentang membimbing, menjadi teladan, dan membangun kedekatan hati dengan anak-anak. Inilah yang mulai hilang di era modern, di mana kesibukan sering memisahkan ayah dari keluarganya.Banyak orang tua hanya menjadi ‘mesin pencari uang’, sibuk bekerja, tapi lalai menjadi ‘imam’ dalam rumahnya. Akibatnya, anak mencari figur di luar rumah, mencari teladan di media sosial, di lingkungan yang belum tentu baik.Maka, mari kita hidupkan kembali kepemimpinan spiritual dalam keluarga. Jadilah seperti Ibrahim yang mengajarkan tauhid, menjadi teladan, dan membangun komunikasi yang sehat dengan anak-anak.Rasulullah ﷺ bersabda:“إِنَّ اللَّهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ، أَحَفِظَ ذَلِكَ أَمْ ضَيَّعَهُ”“Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin tentang kepemimpinannya, apakah dia menjaganya ataukah menyia-nyiakannya.” (HR. An-Nasa’i)Marilah kita bangun kembali kepemimpinan spiritual dalam keluarga kita sebagaimana Nabi Ibrahim membina Ismail dan keluarganya. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah IIاَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًاأَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ.اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.اللّٰهُمَّ هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُأَقِمِ الصَّلَاةَ.FacebookShare on XLinkedInWhatsAppEmailCopy Link Post Views: 89Bagikan ke: Khutbah IbrahimKeluargaKepemimpinan