Mengenal Sosok Bagus Harun: Santri Kyai Ageng Muhamad Besari admin, February 23, 2024August 20, 2024 Catatan singkat KH. Ach. Abrori (alm.) tentang Bagus HarunRaden Mas Bagus Harun atau dikenal juga dengan sebutan Kyai Ageng Basyariyah adalah putra dari Kyai Ageng Prongkot (Ki Ageng Nolojoyo), Adipati Sumoroto. Pada diri Bagus Harun mengalir darah biru dari Panembahan Senopati Sutawijaya, Pendiri Kerajaan Mataram Islam. selain itu, mengalir pula darah wali yang bermuara pada Maulana Malik Ibrahim.Bagus Harun oleh ayahnya dipondokkan di Pondok Gebang Tinatar asuhan Kyai Ageng Muhamad Besari Tegalsari. Bagus Harun adalah sosok santri yang taat dan melayani. Diceritakan jika Kyai Ageng Makan dan mandi, Bagus Harun lah yang menyiapkan.Kala itu, Tanah Jawa dibuat chaos oleh peristiwa Geger Pacinan (1742) yang berimbas pada keamanan Kerajaan Kartosuro Solo. Karena itu, Raja terpaksa diungsikan ke arah Timur hingga tiba di Desa Sawoo, wilayah Ponorogo. Dikisahkan, di Desa sawoo ini Raja melihat orang yang sedang memanjat kelapa untuk mengambil “legen” (dari pohon kelapa). Melihat itu, Tumenggung Wirotikto (pengikut setia Raja), memintakan legen untuk diminum Raja. Raja kemudian mendoakan semoga gula hasil dari olahan legen baik, kuning dan manis. Doa sang Raja diyakini masyarakat terkabulkan hingga gula jawa Sawoo terkenal hingga sekarang.Dikisahkan pada malam harinya, Raja mendengarkan suara-suara “gumunggung” dari arah utara-barat. Setelah didekati ternyata suara Kyai Ageng yang sedang bermunajat bersama Bagus Harun untuk mendoakan anak cucu. Selanjutnya, Raja minta didoakan oleh Kyai Ageng agar Geger Pacinan bisa segera diatasi. Doa diamini langsung oleh sang Raja.Selanjutnya, Sang Raja disarankan pulang ke Kartosuro dengan didampingi oleh Bagus Harun. Diceritakan Bagus Harun turut berjasa dalam ikut menumpas kelompok Pacinan. Karena jasa ini, Sang Raja memberikan hadiah tanah perdikan di Tegalsari dan Sewulan.Versi lain, Bagus Harun diberikan hadiah “lampit” dan “payung” (songsong). Lampit kemudian dimasukkan ke sungai Grojokan Sukorejo Sumoroto. Pesan yang dimunculkan adalah jika suatu saat ada anak turun yang yang tirakatan, payung bisa memperlihatkan diri.Alhasil, di tanah perdikan Sewulan, Bagus Harun, santri Kyai Ageng, sukses mendirikan pesantren. Dari pesantren Sewulan ini, terbangunlah jejaring pesantren besar di Jawa. Pasalnya, garis keturunan dan para santrinya mendirikan pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa. (Abid Rohmanu).FacebookShare on XLinkedInWhatsAppEmailCopy Link Post Views: 486Bagikan ke: Serba-serbi bagus harunkartosurokyai ageng mohamad besarisewulantegalsari