Skip to content
Our Inspirations
Our Inspirations
  • Home
  • Artikel
  • Nasehat Agama
  • Khutbah
  • Doa & Dzikir
  • Serba-serbi
Our Inspirations
Our Inspirations

Idul Fitri: Pulang kepada Fitrah, Pulang kepada Kemanusiaan

Abid Rohmanu, March 18, 2026March 18, 2026

Khutbah Idul Fitri 1447 H

Khutbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari ini kita berkumpul dalam satu perasaan yang sama: rasa syukur dan haru. Setelah sebulan penuh menjalani madrasah Ramadan 1447 H, hari ini kita berdiri di hadapan Allah sebagai hamba-hamba yang berharap ampunan dan rahmat-Nya.

Takbir yang kita kumandangkan bukan sekadar seruan ritual, tetapi ungkapan kegembiraan spiritual. Kita bersyukur karena Allah memberi kesempatan kepada kita untuk merasakan Ramadan: menahan lapar, menahan amarah, menahan ego, dan melatih hati agar lebih dekat kepada-Nya.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan membentuk manusia yang bertakwa. Ketakwaan adalah keadaan batin di mana manusia menyadari kehadiran Allah dalam setiap tindakan, sehingga ia menjadi lebih jujur, lebih sabar, dan lebih peduli kepada sesama.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Idul Fitri juga disebut sebagai hari kembali kepada fitrah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ

Artinya:

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Fitrah adalah hakikat kemanusiaan yang paling murni: hati yang bersih, kecenderungan kepada kebaikan, dan kemampuan mencintai sesama. Fitrah adalah potensi dasar manusia untuk mengenal kebenaran dan keadilan.

Para ulama menjelaskan bahwa fitrah manusia memiliki tiga dimensi utama.

Pertama, fitrah ketuhanan: manusia secara naluriah mencari Tuhan, mencari makna hidup, dan mencari kebenaran. Karena itu ketika manusia jauh dari Tuhan, hatinya akan selalu merasa kosong.

Kedua, fitrah moral: manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan kepada kebaikan, kejujuran, dan keadilan. Ketika manusia melakukan kezaliman, sesungguhnya ia sedang melawan fitrahnya sendiri.

Ketiga, fitrah kemanusiaan: manusia diciptakan dengan kemampuan mencintai, merasakan empati, dan hidup dalam persaudaraan.

Namun perjalanan hidup sering membuat fitrah itu tertutup oleh ambisi, keserakahan, dan permusuhan. Ramadan datang setiap tahun untuk membersihkan kembali debu-debu yang menutupi fitrah manusia.

Karena itu Idul Fitri bukan sekadar hari kemenangan, tetapi hari pemulihan kemanusiaan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ketika kita merayakan Idul Fitri di tempat ini dengan rasa aman dan bahagia, kita juga diingatkan bahwa di berbagai belahan dunia masih banyak manusia yang merayakan hari-hari mereka dalam penderitaan. Konflik, perang, kemiskinan, dan ketidakadilan masih menjadi kenyataan pahit bagi jutaan manusia.

Situasi geopolitik dunia yang penuh ketegangan menunjukkan bahwa peradaban modern sering maju secara teknologi tetapi tertinggal secara moral. Dunia memiliki senjata yang semakin canggih, tetapi hati manusia kadang semakin keras.

Di sinilah pesan Ramadan menjadi sangat relevan: bahwa agama bukan hanya ritual, tetapi juga komitmen kemanusiaan.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمٰنُ

ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Artinya:

“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang di langit.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, ketakwaan sejati selalu melahirkan kepedulian kepada manusia lain.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di negeri kita, Idul Fitri juga identik dengan perjalanan pulang ke kampung halaman (mudik). Jutaan orang menempuh perjalanan panjang demi satu tujuan sederhana: pulang.

Mudik sesungguhnya bukan hanya perjalanan geografis. Ia adalah perjalanan batin kembali kepada akar kehidupan. Kita pulang kepada keluarga, kepada orang tua, kepada kenangan masa kecil, kepada tempat di mana cinta pertama kali diajarkan.

Ada sesuatu yang sangat manusiawi dalam tradisi ini: bahwa setelah sekian lama kita sibuk dengan pekerjaan, ambisi, dan urusan dunia, kita kembali kepada orang-orang yang dahulu membesarkan kita.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari raya ini juga mengingatkan kita tentang bakti kepada orang tua. Mungkin hari ini sebagian dari kita masih bisa mencium tangan ayah dan ibu, memohon maaf atas kesalahan, dan mendengar doa mereka. Sesungguhnya tidak ada doa yang lebih tulus daripada doa orang tua untuk anaknya.

Namun ada pula di antara kita yang hari ini pulang ke kampung halaman tetapi hanya bisa berdiri di depan pusara ayah atau ibu. Mereka telah pergi, tetapi kenangan dan cinta mereka tetap hidup dalam hati kita.

Jika orang tua kita masih hidup, bahagiakanlah mereka. Jika mereka telah wafat, jangan lupakan mereka dalam doa. Karena Nabi ﷺ bersabda bahwa amal manusia yang tidak terputus setelah kematian salah satunya adalah doa anak yang saleh.

Maka pada hari yang suci ini, marilah kita berdoa:

اللهم اغفر لوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارًا

“Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami ketika kecil.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Idul Fitri juga mengajarkan kita pentingnya silaturahim. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, sering kali hubungan keluarga menjadi renggang. Kesibukan, perbedaan pendapat, bahkan persoalan kecil bisa menjadi sebab terputusnya hubungan.

Hari raya ini mengajarkan bahwa memaafkan adalah bentuk kemuliaan hati. Karena pada akhirnya manusia tidak akan diingat karena hartanya, jabatannya, atau kesuksesannya. Manusia akan dikenang karena kebaikan hatinya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan telah berlalu, tetapi nilai-nilainya tidak boleh ikut berlalu. Jika Ramadhan telah melatih kita berbagi kepada sesama, maka kepedulian itu harus terus hidup dalam kehidupan kita.

Hari raya ini mengingatkan kita bahwa kemenangan terbesar bukanlah kemenangan melawan orang lain, tetapi kemenangan melawan diri sendiri: melawan kesombongan, melawan kebencian, dan melawan egoisme.

Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai awal untuk membangun masyarakat yang lebih penuh kasih sayang. Masyarakat yang kuat bukan hanya karena ekonomi dan teknologinya, tetapi karena solidaritas kemanusiaannya. Marilah kita berdoa kepada Allah:

اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا اللهم ألف بين قلوبنا وأصلح ذات بيننا اللهم اجعل بلدنا هذا بلداً آمناً مطمئناً

Ya Allah, terimalah puasa dan ibadah kami. Satukanlah hati kami dalam persaudaraan. Jadikanlah negeri kami negeri yang aman, damai, dan penuh keberkahan

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٤×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذي وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

  • Facebook
  • Share on X
  • LinkedIn
  • WhatsApp
  • Email
  • Copy Link
Post Views: 31
Bagikan ke:
Khutbah Nasehat Agama fitrahidul fitri 1447Khutbahpulang kepada kemanusiaan

Post navigation

Previous post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Campurejo Sambit Ponorogo Jawa Timur Indonesia


Recent Post

  • Idul Fitri: Pulang kepada Fitrah, Pulang kepada Kemanusiaan
  • Khutbah Jum’at: Kepemimpinan Keluarga ala Nabi Ibrahim
  • Sakit: Jalan Sunyi Menuju Kesadaran
  • Menjaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun
  • Puasa Usai, Ujian Sebenarnya Dimulai!

Most Viewed Posts

  • Mengenal Sosok Bagus Harun: Santri Kyai Ageng Muhamad Besari (492)
  • Meneladani Akhlak Nabi: Cahaya dalam Tantangan Zaman (338)
  • Riwayat Singkat Kyai Ageng Muhamad Besari (Tahun 1700 M) (322)
  • Keadilan al-Qur’an Landasan Etika Kehidupan (294)
  • Meraih Kemuliaan Akhlak: Amanah dalam Hati dan Tindakan (279)

March 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031 
« Jun    

Follow us

Literasi

Baca-tulis memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah saw. sendiri menyampaikan betapa pentingnya pengetahuan dan literasi dengan mengajarkan bahwa "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap anak Adam."

Nasehat Agama

Agama adalah nasehat yang memandu kehidupan individuagar bertindak sesuai dengan ajaran Tuhan. Nasehat agama mengarah pada kebaikan, harmoni, dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Doa & Dzikir

Doa dan dzikir merupakan praktik spiritual yang memungkinkan umat Islam berkomunikasi secara langsung dengan Allah SWT. Melalui doa, mereka memohon petunjuk, perlindungan, dan rahmat dari-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dzikir juga memperkuat ikatan spiritual dengan Allah, mengingatkan akan kebesaran-Nya, serta memberikan ketenangan dan kekuatan dalam dalam mengarungi hidup dan kehidupan.
©2026 Our Inspirations | WordPress Theme by SuperbThemes