Skip to content
Our Inspirations
Our Inspirations
  • Home
  • Artikel
  • Nasehat Agama
  • Khutbah
  • Doa & Dzikir
  • Serba-serbi
Our Inspirations
Our Inspirations

Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dengan Merajut Silaturrahim*

Abid Rohmanu, March 28, 2025March 29, 2025

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ  كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ الحمد للهِ الَّذِي جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَجَعَلَ الْفِطْرَ عِيدًا لِلْمُسْلِمِينَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،  فَيآ أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ، أُدْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ. (سورة الحجر: 45-46) صَدَقَ اللهُ الْعَظِيمُ. وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar wa lillahi al-hamd
Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah!
Pada hari ini, kita merayakan Idul Fitri 1446 H dengan penuh kegembiraan. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, kini tiba saatnya kita merayakan kemenangan spiritual dengan kembali ke fitrah. Semoga, Idul Fitri ini bukan sekadar euforia perayaan dan rutinitas tahunan, tetapi momentum kita untuk melakukan refleksi dan evaluasi untuk memperbaiki diri dan menjalin relasi yang baik dengan sesama.

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar wa lillahi al-hamd
Jama’ah Idul Fitri
Selama Ramadan, kita telah melatih diri dalam ibadah dan menahan hawa nafsu. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, pertanyaan penting berikutnya adalah: apakah ibadah puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan dahaga? Ataukah kita sudah benar-benar memahami esensi berpuasa? Esensi dan hakikat puasa bukan sekadar ritual fisik (menahan makan dan minum serta yang membatalkan puasa), melainkan proses spiritual yang menguatkan hubungan kita dengan Allah. Buah dari kuatnya hubungan dengan Allah adalah keharmonisan dengan sesama.

Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, dan meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dalam keadaan lapar dan dahaga, kita diajak untuk merasakan kepekaan sosial, menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung, serta melatih diri untuk lebih sabar dan ikhlas. Proses spiritual ini tidak hanya membentuk pribadi yang lebih disiplin dan bertakwa, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin dan kedekatan yang lebih mendalam dengan Allah.

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar wa lillahi al-hamd
Jama’ah Idul Fitri Rahimakumullah
Idul Fitri bukan hanya tentang kemenangan individu, tetapi juga tentang memperbaiki dan memperkuat hubungan sosial. Dalam Islam, silaturrahim memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks masyarakat Indonesia, silaturrahim di Idul Fitri diwujudkan dalam tradisi halal bihalal dan mudik. Halal bihalal menjadi momen untuk saling memaafkan dan merekatkan kembali hubungan yang mungkin sempat renggang. Mudik adalah manifestasi fitrah manusia yang merindukan kampung halaman dan keluarga. Ini mencerminkan keterikatan batin yang mendalam antara seseorang dengan tanah kelahirannya.

Meskipun kemajuan teknologi memungkinkan silaturrahim dilakukan secara digital, perjumpaan langsung tetap memiliki makna yang lebih mendalam. Sentuhan fisik, tatapan mata, dan kebersamaan dalam satu ruang menciptakan ikatan emosional yang sulit tergantikan oleh layar. 

Ada nuansa kehangatan, ketulusan, dan kebersamaan yang hanya bisa dirasakan ketika kita duduk bersama, berbincang, dan merasakan suasana yang sama. Oleh karena itu, sepanjang ada kemampuan, silaturrahim secara langsung tetap lebih utama karena menghadirkan keintiman dan kedekatan yang sejati dalam menjalin hubungan antarsesama.

Jama’ah Idul Fitri Rahimakumullah
Bagi yang masih memiliki orang tua, saudara, dan keluarga, Idul Fitri adalah waktu untuk semakin menguatkan ikatan keluarga dan berbakti kepada orang tua. Jangan sampai kita terlena dengan kesibukan dunia sehingga lupa akan hak-hak mereka. Allah SWT berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’ [17]: 23)

Namun, bagi mereka yang orang tuanya telah tiada, Idul Fitri bisa menjadi momen yang penuh kerinduan dan air mata. Tidak ada lagi tangan lembut ibu yang menyambut di pintu, tidak ada lagi senyum teduh ayah yang menanti di rumah. Hanya kenangan yang tersisa, mengingatkan kita pada cinta dan kasih sayang yang dulu begitu dekat. 

Mari kita jadikan hari yang fitri ini sebagai momen untuk mengenang dan mendoakan mereka dengan penuh keikhlasan. Jangan biarkan perayaan Idul Fitri hanya menjadi kebahagiaan sesaat. Mari kita isi dengan doa dan amal kebajikan yang dapat menjadi cahaya bagi mereka di alam sana. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Allah Akbar, Allah Akbar, Allah Akbar wa lillahi al-hamd
Jama’ah Idul Fitri Rahimakumullah

Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan ibadah kita, tetapi awal dari fase baru untuk menerapkan nilai-nilai yang telah kita pelajari selama Ramadan. Dalam konteks masyarakat Indonesia, kita masih menghadapi berbagai problem sosial, seperti ketimpangan sosial, ketidakadilan, dan lemahnya solidaritas umat. 

Spirit Ramadan harus kita lanjutkan dalam bentuk kepedulian sosial, kejujuran dalam berbisnis, dan keterlibatan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih baik, dan sederet pekerjaan dan amal baik lainnya. Ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang menegaskan untuk selalu memberi manfaat kepada sesama:

أيُّ النّاسِ أَحَبُّ إِلى اللهِ؟ فَقالَ: أَحَبُّ النّاسِ إِلى اللهِ أَنفَعُهُمْ لِلنّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمالِ إِلى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلى مُسْلِمٍ، تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِيَ عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدَ عَنْهُ جُوعًا، وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ في حاجَةٍ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ في هَذَا الْمَسْجِدِ، يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ، شَهْرًا… رواه الطّبرانيُّ في الأَوْسَطِ وَالصَّغِيرِ.

“Siapakah manusia yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau (Rasulullah ﷺ) bersabda: “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah kebahagiaan yang engkau berikan kepada seorang Muslim, atau engkau menghilangkan kesusahannya, atau melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh, berjalan bersama saudaraku dalam suatu keperluan lebih aku sukai daripada beriktikaf di masjid ini—yakni Masjid Madinah—selama sebulan.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam kitab Al-Awsath dan Ash-Shaghir).

Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian sosial. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

جَعَلَناَ الله ُوَإِياَّكُمْ مِنَ العاَئِدِيْنَ وَالفَآئِزِيْنَ وَأَدْخَلَناَ وَاِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِباَدِهِ المُتَّقِيْنَ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنيِ وَاِيّاَكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ … اَللهُ أَكْبَرُ.  اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
 أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
 اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. فَاللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعْمَالِنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا فِيْ رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُقِيْمُهَا وَيُدِيْمُهَا وَيُحْيِيْهَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

*Khutbah akan disampaikan di Masjid Al-Mustaqiem Campurejo Sambit Ponorogo

  • Facebook
  • Share on X
  • LinkedIn
  • WhatsApp
  • Email
  • Copy Link
Post Views: 97
Bagikan ke:
Khutbah 1446 H2025 MIdul fitriKembali ke fitrahKhutbahSilaturrahim

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Campurejo Sambit Ponorogo Jawa Timur Indonesia


Recent Post

  • Idul Fitri: Pulang kepada Fitrah, Pulang kepada Kemanusiaan
  • Khutbah Jum’at: Kepemimpinan Keluarga ala Nabi Ibrahim
  • Sakit: Jalan Sunyi Menuju Kesadaran
  • Menjaga Spirit Ramadan Sepanjang Tahun
  • Puasa Usai, Ujian Sebenarnya Dimulai!

Most Viewed Posts

  • Mengenal Sosok Bagus Harun: Santri Kyai Ageng Muhamad Besari (485)
  • Meneladani Akhlak Nabi: Cahaya dalam Tantangan Zaman (333)
  • Riwayat Singkat Kyai Ageng Muhamad Besari (Tahun 1700 M) (315)
  • Keadilan al-Qur’an Landasan Etika Kehidupan (291)
  • Meraih Kemuliaan Akhlak: Amanah dalam Hati dan Tindakan (276)

March 2025
MTWTFSS
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31 
« Feb   Apr »

Follow us

Literasi

Baca-tulis memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah saw. sendiri menyampaikan betapa pentingnya pengetahuan dan literasi dengan mengajarkan bahwa "Mencari ilmu adalah kewajiban setiap anak Adam."

Nasehat Agama

Agama adalah nasehat yang memandu kehidupan individuagar bertindak sesuai dengan ajaran Tuhan. Nasehat agama mengarah pada kebaikan, harmoni, dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Doa & Dzikir

Doa dan dzikir merupakan praktik spiritual yang memungkinkan umat Islam berkomunikasi secara langsung dengan Allah SWT. Melalui doa, mereka memohon petunjuk, perlindungan, dan rahmat dari-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dzikir juga memperkuat ikatan spiritual dengan Allah, mengingatkan akan kebesaran-Nya, serta memberikan ketenangan dan kekuatan dalam dalam mengarungi hidup dan kehidupan.
©2026 Our Inspirations | WordPress Theme by SuperbThemes